Budaya Lokal Sebagai Media Dakwah
oleh : A. Rojabi "akang obie"
Pengajian ibu-ibu dari rumah kerumah sebagai salah satu media dakwah
Dalam menyikapi budaya lokal sebagai media dakwah, disini saya mengambil salah satu budaya yang sudah menjadi tradisi di kp. Ujung harapan Ds. Bahagia kec. Babelan kab. Bekasi budaya ini biasa dilakukan oleh kaum hawa atau lebih khususnya kaum ibu.
Budaya ini yaitu pengajian ibu-ibu dari rumah ke rumah, budaya ini sebenarnya hampir sama dengan majlis ta’lim ibu-ibu pada umumnya. Namun di kp.ujung harapan ini ada sedikit yang membedakan dari kampong-kampung yang lain. Dimana dalam pengajian ini ibu-ibu selain pengajian ini sebagai wadah mencari ilmu dan juga sebagai wadah tempat berkumpul dan silaturahminya ibu-ibu disamping kegiatan masing-masing ibu yang begitu padat didalam aktivitasnya sehari-hari dalam mengurusi rumah tangga.
Dalam pengajian dari rumah ke rumah ini, selain adanya pembacaan yasin, maulid. Rawi, ceramah dan sebagainya, dalam pengajian ini juga diisi dengan adanya sharing ataupun konsultasi sekitar permasalahan dan dilematika yang terjadi di keluarga atapun disekitarnya. Walaupun terkesan seperti gossip, namun dalam pengajian ini bukan seperti gossip-gosip yang biasa dimana diadakan ibu-ibu perumahan.dimana dalam pengajian ini ada seorang ustzh atau da’iyah yang bertindak sebagai pemberi arahan dan jalan keluar seputar masalah dan dilematika yang ada pada masing-masing ibu.contohnya seperti ketika ada seorang ibu yang bingung dengan keadaan suaminya apakah berdosa atau tidak ketika sang suami berpenghasilan lebih kecil dibanding sang istri. Dalam pengajian ini bagaimana dijelaskan oleh ustzh atau daiyah bahwa suami yang seperti itu tidak berdosa asalkan dia masih bias bertanggung jawab atas istri dan anaknya.
Dan dalam pengajian ini juga dimana adanya arisan yang bagaimana sewajarnya ibu-ibu. Namun dalam systemnya sangat jauh berbeda dengan arisan biasanya ibu-ibu lakukan.
Dalam arisan ini dari setiap ibu-ibu hanya diminta lima ribu rupiah per orang, dan dimana jika keluarnya arisan ini tidak sepenuhnya untuk yang keluar. Tapi dalam arisan ini pembagiannya 55% disumbangkan untuk masjid dan untuk anak yatim walaupun ada uang kas tapi ini tetap ibu-ibu lakukan dan 45% nya dikasih untuk yang keluar arisan dan juga jika adanya dari salah satu anggota ibu-ibu pengajian yang melahirkan ataupun terkena musibah disumbangkan kepada yang bersangkutan. Dengan begitu banyak manfaat ilmu yang bias diambil dari arisan ini. Hal ini diajurkan dan diusulkan oleh salah satu ustzh di pengajian kampung ujung harapan yaitu ustzh Hj. Tuti alawiyah.
Dan juga adanya marawis selesai pengajian. Hal ini bertujuan agar budaya musik Islam dan juga shalawat kepada Nabi yang ada dalam lagu itu bias melekat pada masing-masing ibu-ibu di pengajian itu. Dan juga nantinya akan berdampak pada ibu-ibu yang mengajarkan anaknya dan dirumah atau menyanyikan lagu-lagu tidur buat anak-anaknya.
Memang semua kegiatan ini sangat dirasakan manfaatnya bagi individu dan sangat pas sekali sebagai salah satu media dakwah. Dimana dengan adanya pengajian dari rumah kerumah ini ibu-ibu bisa melupakan bahkan mungkin meninggalkan aktivitas ngerumpi dan gossip –gosip yang tak bermanfaat dengan digantinya pengajian dari rumah ke rumah ini. Selain bisa bernilai positif juga bisa sebagai penyebaran dakwah dan juga media menyampaikan dakwah.
Dan dari pengajian ini kenapa harus dari satu rumah ke rumah lainnya? Karena menurut ustzh rojannah selain bisa menjadi ajang silaturahmi dan juga bisa menumbuhkan kepedulian terhadap tetangga atau tentangga jauh yang mungkin kita jaran g sekalil kerumahnya walau hanya sekedar silaturahmi.
Dan walaupun diadakan dirumah-rumah. Namun dalam pengajian ini dalam hal jamuan baik dirumah yang mampu ataupun yang tidak mampu tidak ada perjamuan khusus ataupun yang berlebih lebihan semua rumah hanya boleh menjamu dengan air mineral gelas. Itupun dari uang kas pengajian yang ada. Hal ini agar yang mampu tidak merasa sombong dan yang tidak mampu tidak merasa minder ataupun malu sehingga kesan persamaan sebagai hamba Allah pun disadari masing-masing ibu-ibu hanya ilmu yang membedakan.
Jadi kesimpulannya adalah pengajian ibu-ibu dari rumah kerumah yang diadakan di kp.ujung harapan ds. Bahagia kec. Babelan kab. Bekasi sangat berperan penting dalam penyebaran dakwah dan sanga kondusif bagi media dakwah dan perluasan dakwah. Walaupun hanya dalam komunitas ibu-ibu tapi setidaknya budaya yang ada semacam ini jangan sampai dihilangkan bahkan kalau perlu adanya inovasi-inovasi terbaru yang membuat ibu-ibu tetap ada kemauan meluangkan waktunya dikesibukan yang setiap hari menghinggapinya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar