Harmoni Antara Kelembutan dan Ketegasan
Oleh Arum Ningsih
Penulis Mustafa Malaikah
Penerjemah:
Samson Rahman
2001
Jakarta
PUSTAKA AL-KAUTSAR
Penerbit Buku Islam Utama
A. Pengetahuan Keislaman
Yang dimaksud dengan pengetahuan keislaman adalah pengetahuan yang berkisar tentang Islam : rujukan dan pokok-pokoknya, ilmu-ilmu yang berkaitan dengan Islam dan yang terpancar darinya. Karena seorang dai yang menyeru kepada Islam, tentu harus tahu tentang Islam yang diserukan kepada orangt lain agar menganutnya. Pengetahuan Islam yang dimilikinya hendaknya mendalam dan bukan yang luarnya saja.
Seorang dai harus berdiri di tanah yang kokoh, dalam mempelajari Islam. Dia harus mampu mendalami dan bahkan ikut merasakan apa Islam itu. Kemudian dari pengetahuannya yang mendalam itu akan keluar “minuman” yang warnanya beragam, yang menjadi obat bagi manusia.
Obat yang dimaksud yaitu:
Gambaran Islam yang sangat indah dan menarik.
Kebangkitan Islam yang bijaksana adalah tumpuan Harapan Masa Depan.
Ilmu adalah syarat dalam amal
Manhaj dakwah adalah panggilan dakwah yang sesuai dengan akal dan hati, dialog dengan cara yang baik, dan berdakwah sesuai dengan bahasa kaum. Orang yang menawarkan obat itu disebut dai yang memiliki karakter sebagai berikut.
Karakter-Karakter Seorang Da’i
Seorang dai adalah orang yang paham secara mendalam hokum-hukum syariah dan sunah kauniah. Dia adalah orang yang mengajarkan Islam kepada manusia dengan pengajaran yang sebenarnya. Seorang dai adalah orang yang tidak menyibukkan manusia dengan perkara-perkara sunnah, sedangkan mereka melupakan yang fardlu, dan bukan pula orang yang sibuk menjadikan manusia dengan perkara-perkara yang diperselisihkan, padahal mereka melakukan dosa-dosa besar.
Lemah lembut, toleransi dan santunWajib bagi seorang dai untuk mengikuti jejak langkah dan tuntunsn Rasulullah dan sunnahnya di dalam hal ini dengan mengedepankan cara-cara lembut, dan menolak kekerasan, dengan cara rahmat dan menolak kekejaman, dengan halus dan bukan dengan vulgarisme. Sebagaimana firman Allah SWT. berikut ini.
“Sungguh Telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (Q.S. At-Taubah: 128)
Allah juga memberikan gambaran bagaimana hubungan Rasulullah dengan para sahabatnya,
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah Lembut terhadap mereka. sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (Q.S. Ali Imraan:159)
Kemudahan dan membuang kesulitanHendaknya seorang dai memberikan jalan mudah dan menghilangjkan segala kesulitan sebagai metodenya di dalam berdakwah kepada Allah. Jangan sampai terjadi munculnya pendapat yang menentang dan keras, sebagai pertanda bahwa dakwah yang dia lakukan tidak mendapatkan respon. Agama ini datang dengan mudah menyingkirkan kesulitan-kesulitan yang
“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.”(Q.S.Al-Baqarah:185)
Memperhatikan sunnah tahapanRasulullah mengajarkan shabatnya untuk berdakwah secara bertahap(gradual) yang hal ini merupakan sunnah di dalam kehidupan dan dalam wujud secara keseluruhan. Dai tidak akan sukses dengan dakwahnya sepanjang ia tidak tahu siapa orang yang didakwahinya, bagaimana cara dakwah kepada mereka, tahu apa yang mesti didahulukan dan mana yang mesti diakhirkan.
Kembali pada Al-Quran dan Sunnah dan bukan kepada fanatisme MadzhabSeorang muslim harus mengikuti dalil, dan tunduk pada hukum yang kuat hujjahnya, dan hati tenang karenya dan sesuai dengan kaidah-kaidah syariat serta ruh Islam.
Dai lapangan di luar kampong halamannyaTindakan yang sangat bijak bagi seorang dai untuk mengetahui madzhab-madzhab yang lain, khususnya yang dianut oleh orang-orang yang dia dakwahi. Jika seorangt dai bermadzhab Maliki berada dilingkungan yang bermadzhab Hanbali, atau seorang dai bermadzhab Maliki atau Syafi’I ada di lingkungan orang-orang yang bermadzhab Hanafi atau sebaliknya, maka seharusnya bagi dai untuk mengetahui secara mendalam persamaan dan perbedaan yang terjadi antara madzhabnya dengan madzhab mad’unya, hingga ia tidak mengingkari apa yang dilakukan manusia di lingkungannya yang tidak boleh diingkari.
Dakwah lewat pengabdian sosial “Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, Maka mereka Itulah orang-orang yang beruntung.”
(Q.S. At-Taghabun:16)
Ayat di atas menjelaskan bahwa tindakan yang sangat tidak tepat bagi seorang muslim bila dia melihat seseorang yang sakit, dan dia mampu membawanya ke rumah sakit, tapi dia berpangku tangan untuk melakukan itu.
Juga bukan tindakan yang bijak bagi seorang muslim yang melihat oraqng fakir, janda yang lemah yang menghadapi kesulitan hanya diam saja, padahal dia mampu mengadakan kotak amal dan zakat dari orang kaya.
Tidak layak bagi seorang muslim yang melihat manusia di sekitarnya dan saling bunuh, lalu dia berdiri saja, padahal dialah yang wajib menerangi manusia yang bertengkar itu.
Yang pantas dan cocok bagi seorang muslim adalah hendaknya ia melakukan perlawanan bagi semua bentuk kejahatan semampu yang bias ia lakukan, melakukan kebaikan semampunya, jangan sampai dia hanya berpangku tangan padahal bias melakukan setitik kebaikan.
Dakwah pada jalan Allah dan sabar atas rintangannyaKesulitan dakwah di jalan Allah
§ Berpalingnya manusia dari para dai.
§ Celaan manusia baikk berupa tindakan maupun perbuatan.
§ Jalan panjang untuk mencapi tujuan akhir.
Umat Islam umat dakwah dan risalah“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ,merekalah orang-orang yang beruntung.”(Q.S. Ali Imraan:108)
Jika kita lihat firman Allah dari dua sisi tafsir, maka ia berarti,
Jadikanlah dari dirimu sekalian umat dakwah, yang menyuruh kabajikan dan mencegah kemungkaran, dengan ini kamu sekalian akan mencapai keberuntungan. Maka kata ”min” (di antara kamu) adalah min tajridiyaah bukan min tab’idliyyah (menunjukkan sebagian).
Persiapkanlah sebuah kelompok yang solid dan kokoh yang mampu berdakawah untuk mengajak pada kebajikan dan mencegah pada kemungkaran dengan demikian akan gugurlah kewajiban kifayah atas kalian dan kalian menjadi pembantu atas dakwah ini.. Sesungguhnya risalah Islam adalah risalah universal, risaklah atas semua jenis manusia, dan semua kulit, bangsa dan Negara, semua bangsa dan golongan.
B. Pengetahuan Sastera dan Bahasa
Kisah-kisah yang diceritakan oleh buku sastera menunjukkan dengan jelas bahwa syariat Islam memiliki kekuatan dan karisma sampai orang yang paling dzalim sekalipun.
Kisah-kisah yang humor pun perlu dimiliki oleh seorang dai untuk digunakan dimasa-masa yang tepat waktunya. Agar para pendengar rileks dan tidak bosan.
Seorang dai yang pintar dan cerdik mampu menukil puisi yang indah yang sesuai dengan situasi dan kondisi saat dia berada.
Wawasan bahasa sangat penting dalam dakwah karena seseorang tidak akan sanggup memahami kitab Allah jika dia tidak menguasai bahasa Arab dan ilmu-ilmu yang mendukungnya.
C. Pengetahuan Sejarah
Sejarah adalah kisah catatan anak manusia dan peristiwanya, catatan ibrahnya dan merupakan saksi yang adil atas apa yang benar-benar terjadi dan tidak pernah terjadi. Seorang dai membutuhkan adanya wawasan sejarah karena beberapa alas an di bawah ini.
Karena pandangan tentang sejarah akan meluaskan pengetahuannya dan menambah wawasaannya akan kehidupan manusia. Mengerti tentang sifat dan watak pelaku sejarah, serta bangkit dan hancurnya sebuah bangsa dan Negara.
Sejarah adalah saksi yang paling jujur terhadap apa yang diserukan oleh agama dan nilai-nilai. Dia adalah cermin lebar yang menampakkan dengan jelas akibat keimanna dan takwa serta akibat dari kekufuran dan kefujuran. Sejarah akan menampakkan gsnjaran apa yang diterima oleh orang yang bersyukurr atas nikmat Allah dan siksa yang diterima oleh yang mengingkarinya.
Peristiwa sejarah masa lalu akan lebih membantu memahami masa kini , khususny jika kondisinya sama, factor pendorong dan motivasinya serupa.
Sisi sejarah mempunyai hubungan yang erat dan kuat dengan profesi seorang dai dan masalahnya. Yakni sisi rasionalitas dan pemikiran dalam sejarah. Seperti sejarah agama-agama, bagaimana dia tumbuh, berkembang, siapa saja tokoh-tokohnya, peristiwa yang memilki pengaruh dalam perjalalnan agama itu, daan bagaimana akhirnya agama itu dibentuk. Peringatan bagi para dai dalam masalah sejarah
Jangan sampai menjadikan focus perhatiannya dalam mempelajari sejarah itu perkara-perkara yang detail dari sejarah itu.. sebab yang penting dlam mempelajari sejarah bagi seorang dai adalah pelajaran moral yang ada di dalamnya, arah sejarah, serta apa yang bisa diambil pelajaran dari sejarah tersebut.
Hendaknya dia memiliki perhatian yang tinggi tentang peristiwa-peristiwa sejarah yang berguna untuk dia jadikan sebagai sarana memperkokoh masalah yang dia bahas, dan memperdalam pemkiran yang dia miliki, serta kemampuan dia untuk memberikan contoh-contoh hidup pada masalah yang sedang dia presentasikan.
Hendaknya memperhatikan perjalanannan para tokoh, dan sikap para pahlawan, khususnya para ulama dan orang-orang shaleh.
Hendaknya dia menghubungkan kejadian dan peristiwa – khususnya dalam sejarah Islam –dengan sebab dan factor moral dan akhlak.
Hendaknya menjadikan lintasan sejarah Islam sebagai Islam itu sendiri, sebagai dakwah dan risalahnya, sebagai usaha untulk mempengaruhi generasi, membentuk kader umat, pendirian Negara Islam dan pembangun peradaban, budaya dan kultur Islam.Peringatan keras bagi para dai dalam bidang sejarah
Tidak semua yang dikandung dalam buku-buku sejarah itu benar seratus persen.betapa banyak sumber-sumber buku sejarah yang mengandung hal yang berlebihan, distorsi sejarah dan kebohongan yang dabantah oleh haklikat yang ada berdasarkan hasil riset dan studi serta studi komparatif dengan buku-buku dan sumber-sumber yang lain. Betapa banyak peran yang dimainkan oleh hawa nafsu, fanatisme, politik, agama, dan madzhab dalam penulisan sejarah yang dapat dilihat dalam pemaparan peristiwanya, penggambaran tokoh-tokohnya serta positif ataupun negative. Khususnya setelah kita mengetahui bahwa kebanyakan sejarah ditulis para pemenang dalam sebuah zaman. Sedangkan para pengguasa dan pemenang memilii semangat kuat uantuk menutup mata para sejarawan dari keburukan mereka, dan pada saat yang sama semua keutamaan orang-orang kalah dikuburkan dan dipinggirkan, secara sengaja ataupun tidak sengaja.
D. Pengetahuan Humaniora
Alasan mengapa pengetahuan humaniora penting dalam berdakwah.
Karena bahasannya memiliki hubungan yang sangat erat dengan dakwah.sama-sama mengenai manusia. Manusia masa lalu atau masa kini, secara individu atau social. Manusia yang mampuy menghasilkan pikirannya sendiri ataupun manusia yang hanya sekedar meniru, atau manusia yang manusia yang hanya menjadi konsumen maupun manisia yang produktif, manusia desa ataupun manusia kota, manusia buta huruf ataupun terpelajar. Yakni manusia dari segala sudutnya.
Akan sangat membantu memahami manusia secara lebih benar dan proporsional.
Peringatan bagi dai yang belajar ilmu-ilmu humaniora
Ilmu ini- apapun ilmu itu – tunduk kepada penafsiran yang sesuai dengan pemikiran yang ada, serta sesuai dengan pemikiran dan kultur orang yang membahasnya.
Masukanya “mitos modern” sebabagaina masuknya mitos klasik dalam buku-buku sebelumnya. Seperti mitosnya Emile Durkheim dalam sosiologi.
Pengambilan keputusannya subjektif sebab objeknya bukanlah benda mati tetapi manusia yang selalu bergerak dan berubah.
Apa yang diutarakan itu pasti terpengaruh oleh akidah, pemikiran dan kultur orang yang membahasnya.
Hendaknya ilmu itu bias dihadirkan pada orang yng didakwahi dengan pena-pena Islam yang terlepas dari adanya ketakutan akan pengaruh perang pikiran.
Dai dan Psikologi
Ilmu ini akan membaaaaaaawa dampak-dampak yang baik dan hasil yang bermanfaat bagi keimanan dalam jiwa orang yang mempelajarinya serta dalam perilaku sehari-harinya.menurut Dale Carnegie para dokter jiwa tak lebih dari para dai(orang yang member nasehat) dengan formatnya yang baru. Mereka tidak saja memberikan khotbah atau nasehat agar selamat dari siksa neraka di akhirat, namun memberikan nasehat juga agar kita selamt dari neraka di dunia ini. Neraka hancurnya pencernaan, runtuhnya syaraf dan kegilaan serta yang lain-lainnya.
Ilmu ini akan sangat bermanfaat untuk memahami teks-teks keagamaan, serta mengungkapkannya dengan ungkapan yang sesuai dengan kondisi modern.
Akan menambah pemahaman paada dai akan rahsia-rahasia ditetapkannya sebuah hokum syariah.
Membantu para dai memahami kejiwaan mad’u, baik secara individu ataupun kelompok.
Dai dan Sosiologi
Sosiologi adalah ilmu yang membahas tentang masyarakat manusia dari semua seginya, yang menganalisa fenomena- fenomena mereka serta menyingkap apa yang mendominasi kehidupan mereka
Yang penting dan wajib bagi para dai untuk memaparkan ilmu ini dengan paradigm Islam, dan dari sudut pandang akidah Islam sertapandangannya terhadap agama, kehidupan, manusia, dan sejarah.
Dai dan Filsafat
Tujuan seorang dai memahami filsafat
Agar tahu secara benar dan sadar tentang pemikiran filsafat yang menyerbu anak-anak kaum muslimin pada hari ini.
Agar mampu menyerang baik pemikiran yang bertentangan dengan Islam dengan menjadikan pemikiran yang menyerang Islam sebagai senjata.
Hendaknya dia tahu akar-akar pemikiran itu dan madzhabnya lewat studi sejarah yang dilakukannya.
Agar dia mengerti bagaimana ketidakmampuan pemikiran manusia tatkala mereka membahas hal-hal yang ghaib dan masalah-masalah hakkat wujud yang besr hanya dengan mempergunakan otaknya tanpa adanya bimbingan wahyu.
Hendaknya dia mengambil manfaat dari hasil kematangan akal dan buah hikamah yang ada dalam filsafat itu yang diperkuat dengan apa yang ada di dalam wahyu.
Dai dan Ilmu Pendidikan
Pendidikan menjadi sangat penting bagi seorang dai karena dakwah itu sendiri adalah laksana pendidikan yang sama-sama berusaha mempengaruhi pemikiran manusia, emosi dan kecenderungannya dengan harapan untuk meningkatkan pemahaman, akhlak dan perilaku mereka.
Wajib bagi seorang dai untuk menambil fadah sebesar-besarnya dari ilmu pendiidkan ini dan mengambil manfaat dari pengalaman para pendidik dalam mendidik berbagai macam manusia dari yang kecil hingga yang besar.
E. Pengetahuan Ilmiah
Ilmu ilmiah sangat penting bagi dai di masa kini dengan alas an berikut ini.
Untuk memahami kehidupan modern. Kini hamper tidak ada satu rumah pun yang tidak diasuki oleh pengetahuan modern. Seperti listrik, alat-alat rumah tanga dan yang lainnya. Maka alangkah tidak sedapnya seorang dai yang hidup di masa modern yang digerakkan oleh ilmu pengetahuan ia sama sekali tidak mengetahui dasar-dasar ilmu itu.
Sesungguhnya sebagian ilmu dan kandungannya sering kali dijadikan sebagai alat untuk menjadikan orang lain menolak kebenaran agama. Seperti teori yang di”nyanyikan” oleh Charles Darwin tentang revolusi.
Sebagian dari hakekat ilmu bias dipergunakan oleh seorang dai dalam memberikan penjelasan dalam kebenaran agama dan penjelasan pemahamannya serta untuk memberikan pembelaan atas berbagai masalah-masalah dalam rangka mengikis serangan-serangan musuh-musuhnya. Musuh yang terlihat dalam beberapa gambaran sebagai berikut.
Mendekatkan beberapa keyakinan dengan hakekat ilmiah yang menjadi pemahaman orang masa kini, dan menguatkannya dengan logika ilmu pengetahuan yang berdasarkan ekperimen sampai dengan masalah-masalah yang sangat mendasar dalam agama seperti: penetapan wujud Allah. Ilmu ini akan mampu memainkan perannya yang konstruktif untuk melawn para matearialis dan orang-orang yang ingkar kepada eksistensi Tuhan. Dengan ilmu ini seperti matematika, astronomi, kimia, biologi dan kedokteran, seorang yang piawaai akan mampu menaklukkan musuh-mush agama.
Ilmu-ilmu dengan penemuan barunya bias memperkuat beberapa hokum yang ada di dalam syariat Islam, dengan menerangkan hal-hal yang mendatangkan maslahat dari agama dan menjauhkan kejelekan dari manusia. Cara ini akan meningkatkan imannya orang yang beriman dan akan melemahkan pendapat orang-orang yang meragukan kesempurnaan ajaran Islam dan validitasnya untuk semua zaman di segala tempat.
Hal lain yang memungkinkan kita untuk mengambil manfaat dari ilmu ini menyelamatkan orang lain akan agama kita. Itu bis adilakukan dengan memperdalm sebagia konteks nash yang ada, serta memperluas cakrawala pemahamannya, serta member nuansa baru sesuai yang dicapioleh –ilmu modern itu.
Dari sini kita bias bilang pada umat manusia bahwa psemua ilmu itu telah disebutkan di dalam Al-Quran.
F. Pengetahuan Realita
Realitas dunia IslamSeorang dai harus tahu keadaan dunia Islam dengan pengetahuan yang ringkas terfokus pada sisi geografisnya, ekonomi, politik, penyebaran penduduknya, sebab-sebab keterbelakangannya dan tercabik-cabiknya, factor yang munkin akan menyebabkan kemajuannya dan persatuannya, kemungkinan mencapai perkembangan ekonomi yang lebih baik, solidaritas politik, militer, serta kedekatan social dan kulturnya.
Realitas kekuatan dunia yang memusuhi IslamAda tiga kekuatan utama yang sangat memusuhi Islam. Pertama, Yahudi Internasional, Salibis Internasional, dan Komunis Internasional. Kita pun perlu mengingat dua hal, yaitu:
Jangan sampai kita merasa gentar, jangan pula meremehkan smua kekuatan yang memusuhi Islam, beserta taktik-taktik dan strategi yang mereka canangkan, hingga jangan sampai semua itu menyebabkan munculanya rasa putus asa pada diri kita untuk menghadapinya, atau sebaliknya kita meremehkan dan tidak memperhitungkan keberadaannya.
Hendaknya mengambil pelajaran dan manfaat dari adanya pertarungan yang terhjadi dengan cara yang cerdik, serta mengambil kesempatan untuk mengambil pertarungan yang terjadi idantara mereka. Member peringatan kepada pemerintah untuk tidak melakukan intervensi pada lembaga-lembaga dakwah ini dengan menjadikannya sebagai alat kepentingan-kepentingan politik tertentu.
Arus pemikiran yang bertentangan dengan Islam
Pemikiran yang dimaksud yaitu:
Arus pemikiran kiri atau Marxis. Satu arus pemikiran materialistic, dan menjadi agen gerakan komunis internasional.
Arus pemikiran liberalism yang menginduk pada pemikiran Barat. Pemkiran ini adalah pemikiran yang sekular.
Arus pemikiran nasionalisme yang menjadi pemikiran secular dengan mengajak pada pemisahan Negara dan agama.
Realitas kelompok yang menyempal dari Islam
Bahaiyah , agama baru yang sama sekali bertentangan dengan Islam. Para pendirinya tidak menyatakan bahwa agama ini berasal dari Islam, meskipun awalnya ia muncul dari negari Islam (yakni di Iran, yang didirikan oleh Abdul Baha’)
Ahmadiyah, muncul di India yang memplroklamirkan kenabian baru, setelah ditutup oleh kenabian Muhammada saw. Gerakan ini berusaha sekuat mungkin untuk melengketkan dirinya dengan ajaran Islam dan umat Islam(Qadiani dianggap bukan agama oleh Negara Islam Pakistan dan dianggap sebagai ahli dzimmah, pent).
Realitas lingkungan localBagi seorang dai hendaknya ia mempelajari lingkungannya dan tahu bagaimana kondisi yang sebenarnya, tahu tradisi-tradisinya, mendalami persoalannya dan kewajiban orang-orangnya, serta apa yang banyak mempengaruhinya.sebagaimana dia juga harus tahu bahasa mereka agar dia mampu berbicara dengan bahasa mereka. Hal ini bias kita lihat dari apa yang difirmankan Allah SWT. berikut ini.
!$tBur $uZù=y™ö‘r& `ÏB @Aqß™§‘ žwÎ) Èb$|¡Î=Î/ ¾ÏmÏBöqs% šúÎiüt7ãŠÏ9 öNçlm;
“ Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnyasupaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar