Minggu, 05 Juni 2011

komunikasi massa

TEORI-TEORI KOMUNIKASI MASSA
From Abu Nurjihad


*      Formula Lasswell

Lasswaell memiliki teori komunikiasi yang menyatakan proses komunikasi massa adalah menjawab pertanyaan:
Siapa (who)?
Berkata apa (says what)?
Melalui saluran apa (in which channel)?
Kepada siapa (to whom)?
Dengan efek apa (whith what effect)?
            Studi kasus teori Lasswell ini adalah “curhat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tentang gaji yang tidak naik”. Presiden yang menyampaikan hal itu pada para mentri diliput oleh media massa, sehingga langsung tersiar di seluruh pelosok negeri. Alhasil, masyarakat pun memberikan komentar akan ketidak pantasan curhat Presiden itu. Lebih parah lagi, curhat Presiden memberikan efek negative pada pada kepala daerah baik gubernur maupun bupati yang ingin naik gaji.

*      Pendekatan Transmisional

Pendekatan Transmisional dipelopori oleh Shannon dan Weaver. Keduanya menjelaskan dalam proses penyampaian pesan dari komunikator dengan tujuan informasi, edukasi dan rekreasi terdapat gangguan (noise).
Studi kasus yang terjadi misalnya saat penayangan sinetron Islam KTP, ternyata terjadi hujan hingga gambar di televise dan suara pemainnya tidak jelas. Karena pesan-pesan dalam sinetron itu tidak dapat diterima oleh penonton secara tepat.
Noise inilah yang seharusnya komunikasi yang terjadi memiliki rumus:
Penyampaian pesan------=     1
Respon penerima pesan
            Karena komunikasinya menjadi tidak efektif maka hasilanya tidak satu lagi, tetapi bias nol atau mendekati satu.

*      Defleur

Teori komunikasi defleur menggambarkan adanya umpan balik atau feedback dari komunikan. oleh karena itu, komunikan tidak hanya bertindak sebagi receiver, tetapi juga sebagai source atau sumber. Di dalam proses komunikasi, teori ini masih terdapat media dan gangguan.
            Contoh studi kasus teori Defleur adalah adanya berbagai artikel yang menanggapi curhat Presiden SBY tentang gaji yang tidak naik. Dengan mengirimkan artikel ke Koran, maka artikel masyarakat pun menjadi bahan evaluasi Presiden sehingga dalam situasi seperti itulah masyarakat yang sebelumnya menjadi penerima pesan, berubah menjadi sumber pesan dalam komunikasi itu.

*      Stimulus Respons ( Jarum Hipodermik)

Dasar pemikiran teori ini adalah gambaran suatun masyarakat modern yang merupakan agrgasi dari individu-individu yang relative terisolasi (atomized) yang bertindak berdasarkan kepentingann pribadinyaq, yang tidak terlalu terpengaruh oleh kendala dan ikatan social. Serta suatu pandangan yang dominan mengenai media media massa yang seolah-olah sedang melakukan kam-panye untuk memobilisasi perilaku sesuai dengan tujuan dari berbagai kekuatan yang ada dalam masyarakat (biro iklan, pemerintah, parpol, dsb).
Studi kasus teori ini adalah sosialisasi atasi wabah demam berdarah. Saat Menrti Kesehatan tam[pil di berbagai stasiun televisi memberikan informasi cara menghindari demam berdarah dengan 3M (Menutup, Menguras, dan Mengubur), maka masyarakat pun melkukian 3M tersebut di rumahnya.

*      Paul Lazarsfield

Model komunikasi dua tahap yang dikemukakan Paul menyebutkan seringkali informasi mengalir dari radio dan surat kabar kepada para pendapat, dan dari merka kepada orang-orang lain yang kurang aktif dari masyarakat.
Studi kasus model komunikasi ini adalah kasus Ahadiyah.  Ahmadiah menjadi aliran agama yang kontroversi di Indonesia. Seringkali kerusuhan terjadi akibat kehadiran Ahmadiyah. Karena itu pemerintah menghadapi kasus ini dengan mengadakan dengar pendapat bersama para mentri, MUI (Majlis Ulama Indonesi), tokoh pemuka agam, komnas HAM , dan lainnya.
Setelah dengar pendapt ini dilaksanakan, diambil sebuah keputusan akan status Ahmadiyah. Selanjutnya para mentri, MUI (Majlis Ulama Indonesi), tokoh pemuka agam, komnas HAM , dan lainnya memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

*      Difusi Inovasi

Evereet M. Rogers dan Flyod G. Shoemaker (1973) menyebutkan empat tahap dalam proses difusi inovasi.
*   Pengetahuan : kesadaran individu akan adanya inovasi dan pemahaman tertentu tentang bagaimana inovasi tersebut berfungsi (melek media).
*   Persuasi          : individu membentuk atau mempunyai sikap menyetujui atau tidak terhadap inovasi tersebut.
*   Keputusan      : terlibat dalam aktivitas yang membawa pada suatu opilihan untuk mengadopsi atau menoak inovasi.
*   Konfirmasi     : individu akan mencari pendapat yang menguatkan keputusan yang teah diambilanya, namun dia dapat berubah dari keputusan yang telah diambil sebelumnya, jika pesa-pesan mengenai inovasi yang diterimanya berlawanan satu dengan lainnya.
Studi kasus teori difusi inovasi adalah pencalonan Megwati dengan Hasyim Muzadi pada pemilu 2004 lalu. Banyak khalayak organisasi Nahdatul Ulama (NU) tidak mendukung pencalonan Hasyim Muzadi sebagai teman duet Megawati.  Alasannya karena mereka bewrpandangan yang harus menjadi pemimpin itu adalah laki-laki, sebagaimana hadits Rasulullah saw. bahwasannya laki-laki itu adalah pemimpin atas perempuan.
Sikap yang dimiliki masyarakat itu menimbulakan keputusan untuk menolak duet Mega dan Hasyim Muzadi.


PENGARUH KOMUNIKASI MASSA TERHADAP
 MASYARAKAT DAN BUDAYA

*      Teori Agenda Setting

Agenda setting memiliki kelebihan karena mudah dipahami dan relative mudah untuk diuji. Maxwell McCombs dan Donal Shaw menjelaskan, “ audience tidak hanya mempelajari berita-berita dan hal-hal lainnya melalui media massa, tetapi juga mempelajari seberapa besar arti penting yang diberikan pada suatu isu atau topic dari cara media massa memberikan penekanan terhadap topic tersebut. “
Studi kasus teori agenda setting misalnya saat kasus terssebar video Aril dan Luna di tengah pengusuutan kasus Century yang menyeret Sri Mulyani dan Wakil Presiden Budiono, media massa segera beralih memberitakan Aril-Luna secara intens hingga public pun terlena mengikuti kasus itu sampai lupa pada kasus century yang tak berujung. Saat berita Aril-Luna mencuri perhatian public, TV One juga reaktif segera mengundang keduanya unttuk wawancara ekslusif. Akhirnya berita yang disajikan menyita perhatian khalayak hingga lupa pada berita sebelumnya.

*      Teori Defedensi Mengenai Efek Komunikasi Massa
            Sandra Ball-Rokeach dan Melvin (1976) sebagai pengembang teori ini memfokuskan perhatiannya pada kondisi structural suatu masyarakat yang mengatur kecenderungan terjadinya suatu efek media massa.
Studi kasus teori ini adalah kejadian tsunami Aceh dan Sumatera Utara pada akhir Desember 2004 lalu. Secara reaktif pemerintah menetapkan bencana tsunami itu sebagai bencana nasional. Berita ini disiarkan media massa baik cetak maupun elektronik. Karenanya, sluruh Indonesia tahu terjadinya tsunami di Aceh dan Sumut. Setelah itu, mereka dengan rasa simpati merasa bencana tersebut harus dihadapi secara bersama sebab menjadi bencana nasional. Lalu mereka pun mulai mengumpulakan pakaian, uang, makanan siap saji untuk disumbangkan ke Aceh dan Sumut.
Contoh kasus lain dari teori ini yaitu iklan 3G telkomsel sebagai layanan 3G pertama di Indonesia. Iklan yang bermuatan testimony para artis, dai, dan tokoh masyarakat ini diarkan melalui telvisi juga dimuat diberbagai media cetak. Hasilnya, masyarakat semakin akrab dengan kata 3G, dan mulai menyukai 3G, hingga membeli HP yang sudah 3G serta menjadi pengguna telkomsel.


AUDIENS DAN PENGARUHNYA TERHADAP
KOMMUNIKASI MASSA

*      Pendekatan Teori Uses Dan Gratifications
Katz (1974) menggambarkan logika yang mendasari penelitian mengenai media uses and gratificatios sebagai berikut.
*      Kondisi social psikologi seseorang akan menyebabkan adanya
*      kebutuhan yang menciptakan
*      harapan-harapan terhadap
*       media massa/sumber lain, yang membawa kepada
*       perbedaan pola penggunaan media (keterlibatan dalam aktivitas lainnya) yang akhirnya akan menghasilkan
*      pemenuhan kebutuhan dan
*       konsekuensi lainnya, termasuk yang tidak diharapkan sebelumnya.
Studi kasus pendekatan teori uses and gratifications yaitu konferensi pers yang digelar SBY saat terjadi bom bunuh diri di hotel J.W. Meriot dan Reach Calton yang menyatakan presiden menjadi target teror. Konsekuensi yang diterima presiden selain dianggap masyarakat terlalu berlebihan menanggapi peristiwa,  juga dianggap su’udzan oleh berbagai polotisi termasuk JK dan Prabowo. Penggunaan media massa oleh Presiden untuk mengabarkan dirinya terancam akan teror diharapkan mampu menarik simpati masyarakat pada preside. Tetapi, hal yang tidak diharapkan terjadi dengan menurunnya image SBY dimata masyarakat juga lawan politiknya.

*      Pendekatan Teori Uses And Effect
Konsep “use”  (penggunaan) merupakan bagian yang sangat penting  atau pokok dari peikiran Sven Windahl (1979) ini. Karena pengetahuan mengenai penggunaan media dan penyebabnya, akan memberikan jalan bagi pemahaman dan perkiraan tentang hasil dari suatu proses komunikasi massa.
Studi kasus pendekatan teori  ini yaitu iklan layanan masyarakat tentang konvensasi gas untuk menghemat energy. Dalam iklann itu dijelaskan perbandingan memasak dengan gas dan kompor. Penggunaan gas dinilai lebih praktis untuk memasak daripada dengan kompor. Effeknya, masyarakat yang sebelumnya menolak konvensasi ini akhirnya menerimanya karena terpengaruh oleh iklan televise tadi.

*      Teori Information Seeking
Donohew dan Tipton (1973) menyebutkan teori ini menjelaskan tentang pencarian, dan pemprosesan informasi, disebut akar psikologi social tentang kesesuaian sikap. Salah satu asumsi utamanya yaitu bahwa orang cenderung untuk menghindari informasi yang tidak sesuai dengan “image of reality-nya” karena terasa membahayakan.
Konsep image mengacu pada pengalaman yang diperoleh sepanjang hidup seseorang dan terdiri dari berbagai tujuan, keyakina, dan pengetahuan yang telah diperolehnya. Image terdiri dari konsep diri sesorang temasuk evaluasinya terhadap kemampuan dirinya dalam mengatasi berbagai situasi. “image of reality” terdiri dari suatu perangkat penggunaan informasi yang mengatur perilaku seseorang dalam mencari dan memproses informasi. 
Contoh kasus pendekatan ini adalah ketidak beranian TV One dalam mengekspos koraban lumpur lapindo di Porong, Sidoardjo. PT Lapindo yang dimiliki oleh keluarga Bakrie, tidak bisa di usut beritanya oleh redaksi TV One sebab sama-sama berada di bawah perusahaan Bakrie. Karenya, di setiap pemberitaan masalah lapindo TV One sangat hati-hati supaya tidak menurunkan image Abdul Rizal Bakrie.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

*A. Rojabi..."aLways come to discussion" *Abu Nurjihad..."saywhat do you think" *Anas Abdul Razak..."Islamic communication and broadcasting is the best" *Arum Ningsih..."Always SPIRIT" *Asep Wildan Setiawan..."don't be lazy"